Jenis-jenis puisi:
- Ode : Puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki jasa ataupun sikap kepahlawanan.
- Himne : Puisi yang berisi pujian terhadap tuhan maupun ungkapan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.
- Elegi : Puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedih dan kedukaan seseorang.
- Romance : Puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang terhadap sang kekasih.
- Puisi Didaktik : Puisi yang mengandung nilai-nilai kependidikan yang umumnya ditampilkan secara eksplisit.
- Puisi Satirik : Puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincangan atau ketidakberesan kehidupan suatu kelompok maupun suatu masyarakat.
- Puisi Dramatik : Puisi yang objektif,menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat dialog maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu.
- Puisi Lirik :Puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman,sikap maupun suasana batin yang melingkupinya.
- Puisi Naratif : Puisi yang mengandung suatu cerita menjadi pelaku, perwatakan, setting, maupun rangkaian peristiwa tertentu yang menjalin suatu cerita.
- Puisi Efik : Puisi yang didalamnya mengandung cerita kepahlawanan, baik kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan maupun sejarah.
- ROKOKPagi hari yang sunyiKau temani dirikuKu hisap kau pelan – pelanKau masuki setiap inci paru-parukuKau relakan tubuhku kau rasukiKu tahu ituKau rasakan ituKopi cinta sebagai pasanganmuMenemani hari-harikuTak lebih tak kurangPenghancur pelanDengan nikmat dan sesaatMakin ku hisap dirimuMakin tak kuasa ku tolakWalau ku sadar kau wahai racun jinggaYang mengotori setiap tetes darahkuAku harus berhenti menjadikanmu temanKau harus kutinggalkan di hari-hariku iniWalau dalam kesendiriankuDalam kesunyian dan kesepianAku yakin aku bisaSelamat tinggal racun jingga..
-
SAJAK MATA-MATAAda suara bising di bawah tanah
Ada suara gaduh di atas tanah
Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah
Ada tangis tak menentu di tengah sawah
Dan, lho, ini di belakang saya
ada tentara marah-marah
Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu
Aku melihat kilatan-kilatan api berkobar
Aku melihat isyarat-isyarat
Semua tidak jelas maknanya
Raut wajah yang sengsara, tak bisa bicara,
menggangu pemandanganku.
Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu
Pendengaran dan penglihatan
menyesakkan perasaan,
membuat keresahan –
Ini terjadi karena apa-apa yang terjadi
terjadi tanpa kutahu telah terjadi
Aku tak tahu. Kamu tak tahu
Tak ada yang tahu
Betapa kita akan tahu
kalau koran-koran ditekan sensor,
dan mimbar-mimbar yang bebas telah dikontrol
Koran-koran adalah penerusan mata kita
Kini sudah diganti mata yang resmi
Kita tidak lagi melihat kenyataan yang beragam
Kita hanya diberi gambara model keadaan
yang sudah dijahit oleh penjahit resmi
Mata rakyat sudah dicabut
Rakyat meraba-raba di dalam kasak-kusuk
Mata pemerintah juga diancam bencana
Mata pemerintah memakai kacamata hitam
Terasing di belakang meja kekuasaan
Mata pemerintah yang sejati
sudah diganti mata-mata
Barisan mata-mata mahal biayanya
Banyak makannya
Sukar diaturnya
Sedangkan laporannya
mirip pandangan mata kuda kereta
yang dibatasi tudung mata
Dalam pandangan yang kabur,
semua orang marah-marah
Rakyat marah, pemerinta marah,
semua marah lantara tidak punya mata
Semua mata sudah disabotir
Mata yang bebas beredar hanyalah mata-mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar